TSG9BUM5GSzpTpW6TSM0TUYiTi==
Light Dark
Ratusan Juta Dana Negara untuk SPAM, Warga Hanya Nikmati Air Satu Minggu

Ratusan Juta Dana Negara untuk SPAM, Warga Hanya Nikmati Air Satu Minggu

Table of contents
×



Muaro Jambi – Proyek Pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di salah satu Desa yang ada di Kabupaten Muaro Jambi, diduga belum memenuhi azas manfaat. Pasalnya, setelah dinyatakan rampung, air hanya mengalir selama satu minggu saja dan hingga kini tidak lagi berfungsi.


Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan milik Dinas PUPR Muarojambi Pembangunan Baru SPAM Jaringan Perpipaan (DAK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp694.100.000 dan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek ini dilaksanakan oleh CV H*** J*** N******.



Pantauan di lapangan menunjukkan bangunan menara dan tandon air telah berdiri kokoh dan sempat dioperasikan. Namun menurut keterangan warga, aliran air hanya berlangsung satu minggu saja setelah peresmian atau uji coba penggunaan pada Oktober 2025 lalu



“Waktu pertama kali hidup memang keluar air. Tapi besoknya sudah tidak keluar lagi sampai sekarang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.



Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut. Secara prinsip, azas manfaat dalam pembangunan infrastruktur publik mengharuskan hasil pekerjaan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat, bukan hanya sesaat.



Jika benar fasilitas hanya berfungsi satu minggu saja, maka tujuan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dinilai belum tercapai. Padahal, akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital.



Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab tidak berfungsinya jaringan tersebut. 



Sementaran itu warga berharap ada evaluasi teknis serta langkah perbaikan segera agar sarana yang telah dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah itu dapat benar-benar dimanfaatkan oleh mereka. (**)