Bobol 5 Kantor Pemerintahan di Muaro Jambi, Pencuri Spesialis AC Akhirnya Ditangkap!
SENGETI — Pelarian komplotan pencuri yang sering mengincar fasilitas milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi berakhir di tangan polisi. Anggota Polsek Sekernan sukses menangkap salah satu pelaku berinisial RA (24) bersama komplotannya setelah berulang kali menggasak komponen AC dan alat elektronik lainnya.
Penangkapan dilakukan pada Senin (20/7/2026) malam setelah polisi menyelidiki laporan kehilangan dari petugas keamanan setempat. Berawal dari Patroli RutinKasus ini terungkap saat petugas kebersihan atau keamanan melakukan patroli rutin di Gedung Serbaguna Komplek Perkantoran Bupati Muaro Jambi pada akhir Maret lalu.
Petugas kaget saat memeriksa ruangan dan melihat 3 unit AC di dalam gedung sudah hilang dari tempatnya. Korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sekernan.
Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, polisi akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku. Saat diinterogasi, pelaku mengaku tidak hanya beraksi di Gedung Serbaguna. Komplotan ini ternyata sudah membobol 5 tempat berbeda, yait Gedung Serbaguna Pemkab Muaro Jambi, Gedung Kantor Bupati Muaro Jambi, Gedung Inspektorat, Gedung Dinas Kesehatan dan Rumah Dinas Ketua Pengadilan Negeri Muaro Jambi.
Dari lima lokasi tersebut, barang-barang yang mereka sikat meliputi Mesin blower outdoor ACPipa kuningan ACMesin pompa airKabel dan peralatan elektronik lainnya Kerugian Bisa Bertambah Polisi menyita beberapa barang bukti berupa alat yang digunakan untuk beraksi, seperti satu unit gerinda listrik, serta sisa barang curian berupa gulungan selang, kipas blower, dan pipa kuningan.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp5 juta. Namun, angka ini kemungkinan besar akan bertambah karena polisi masih mendata barang-barang apa saja yang hilang di tiap kantor dinas tersebut. Akibat perbuatannya, para pelaku kini mendekam di sel tahanan dan dijerat pasal pencurian dalam KUHP yang baru (Pasal 477 UU No. 1/2023).
Polisi juga masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu apakah ada pelaku lain yang terlibat atau lokasi pencurian lain yang belum terungkap (Endang).
