Dampak Nyata Program P3A PUPR: Asa Baru Petani Tunas Mudo Muaro Jambi Menuju Swasembada Pangan
×
MUARO JAMBI – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A) yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VI Jambi terbukti sukses membawa perubahan besar. Manfaat nyata dari program padat karya ini dirasakan langsung oleh masyarakat petani di Desa Tunas Mudo, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi. Infrastruktur yang terbangun kini menjadi urat nadi baru bagi produktivitas pertanian setempat.
Apresiasi mendalam datang dari Samsir, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tunas Mudo. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian berkelanjutan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah terhadap kawasan persawahan di desanya. Menurutnya, pembangunan jaringan drainase dan irigasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung kesejahteraan petani.
"Kami atas nama petani Desa Tunas Mudo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian PUPR dan BWS Sumatra VI Jambi. Program P3A ini sangat membantu kami. Bayangkan saja, sejak tahun 2019 sampai tahun ini, sudah tiga kali wilayah sawah kami dibangunkan drainase melalui program ini," ujar Samsir saat ditemui di lokasi pengerjaan, Senin (3/8/2026).
Samsir menjelaskan bahwa keberadaan jaringan drainase yang memadai sangat vital untuk menjaga stabilitas pasokan serta tata kelola air. Di Desa Tunas Mudo, Gapoktan menaungi tiga kelompok tani (koptan) yang seluruh anggotanya menggantungkan mata pencaharian pada hasil sawah.
Sebelum adanya perbaikan, pengelolaan air menjadi salah satu tantangan terbesar yang sering memicu gagal panen akibat banjir atau kekeringan. Namun, sistem swakelola yang diterapkan dalam program ini mengubah segalanya.
"Di desa kami ada tiga kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan. Semuanya mengelola lahan sawah yang sangat bergantung pada pengaturan air. Dengan adanya saluran drainase yang dibangun secara swakelola oleh warga dan anggota P3A ini, aliran air jadi jauh lebih teratur. Lahan yang dulu sering terkendala luapan atau kekurangan air kini bisa teratasi dengan baik," jelasnya secara rinci.
Pembangunan saluran drainase permanen ini tidak hanya mempermudah kerja para petani dalam merawat tanaman padi, tetapi juga diproyeksikan mampu mendongkrak volume dan kualitas hasil panen secara signifikan. Penguatan infrastruktur ini diyakini akan memperkokoh posisi Muaro Jambi sebagai salah satu lumbung pangan daerah.
Menutup keterangannya, Samsir berharap program strategis seperti P3A ini tidak berhenti sampai di sini. Ia berharap Kementerian PUPR dan BWS Sumatra VI Jambi terus mengucurkan program serupa ke depannya, demi terwujudnya ketahanan pangan nasional yang kokoh dan peningkatan kesejahteraan petani yang berkelanjutan di Desa Tunas Mudo. (Tim)

