M Jais Pengusaha Desa Sekernan Salurkan 200 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Abrasi
MUARO JAMBI — Kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran Sungai Batanghari kembali ditunjukkan pengusaha Desa Sekernan, M Jais. Sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada warga Desa Sekernan yang terdampak abrasi dan tinggal di sepanjang tepian sungai.
Bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, di antaranya beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan pangan lainnya.
Penyaluran sembako ini menjadi bentuk kepedulian M Jais terhadap warga yang selama ini bermukim di kawasan pinggiran Sungai Batanghari dan menghadapi dampak abrasi.
Menurut M Jais, kegiatan sosial tersebut saat ini sudah memasuki periode kedua. Ia berharap bantuan sembako dapat dilakukan secara rutin sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Untuk kegiatan sembako ini baru berjalan dua periode. Target saya ke depan bisa dilakukan satu bulan sekali,” ujar M Jais Sabtu,(26/9/26)
Ia mengatakan, bantuan tersebut secara khusus diarahkan kepada masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai.
“Selama ini warga yang hidup di pinggir sungai belum pernah mendapatkan bantuan seperti ini. Baru kali ini. Harapan saya, dengan adanya bantuan ini masyarakat yang tinggal di pinggir sungai bisa terbantu,” katanya.
Salah seorang warga Desa Sekernan, Seman, mengaku senang dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Menurutnya, bantuan sembako tersebut cukup membantu masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujar Seman.
M Jais berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bentuk kepedulian yang berkelanjutan terhadap warga Desa Sekernan, khususnya mereka yang tinggal di kawasan rawan abrasi di sepanjang Sungai Batanghari.
Bagi warga, 200 paket sembako tersebut bukan sekadar bantuan kebutuhan pokok. Di tengah kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran sungai, bantuan itu menjadi bentuk perhatian dan kepedulian terhadap mereka yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.(Endang)
